Selasa, 07 September 2010

PENCARIAN







  

GALERI

CSR
CSR

More Photo...

RSS Feeds

Skema Sertifikasi Baru untuk Sektor Teh Diluncurkan di Indonesia

Perkebunan Teh PTPN VIII
Perkebunan Teh PTPN VIII

Oleh csrreview-online.com
18 Agustus 2008

Kini para penikmat teh dapat meng-klik di situs web untuk mengetahui apakah teh yang diminumnya diproduksi dalam kondisi sosial and lingkungan yang baik. Ini dilakukan melalui sistem penelusuran (traceability system) UTZ Certified, yang sedang dikembangkan untuk industri teh global. Hal ini terungkap dalam lokakarya dua hari yag diselenggarakan di Bandung pada tanggal 21 dan 22 Juli 2008 dalam rangka konsultasi sistem sertifikasi UTZ Certified.

Menurut the Business Watch Indonesia, sebagai penyelenggara, lokakarya ini merupakan yang pertama kali di Indonesia di mana semua stakeholder penting di industri teh nasional membahas persoalan sertifikasi dalam satu forum. Para peserta sepaham bahwa sistem sertifikasi mana pun akan mendorong perbaikan aspek-aspek keberlanjutan (sustainability) dalam industri teh nasional dan karena itu akan diterima baik. UTZ Certified sudah memulai sebuah proyek percontohan (pilot project) di Indonesia yang melibatkan kemitraan antara Sara Lee sebagai perusahaan pembeli (buyer), L. Elink Schuurmann sebagai agen pembeli teh (tea buying agency), The Business Watch Indonesia sebagai LSM pelaksana (implementing partner) dan PT Perkebunan Nusantara VIII sebagai produsen (producer). UTZ Certified yang kantor pusatnya di Amsterdam, Belanda, sekarang ini merupakan sistem sertifikasi terbesar dunia untuk kopi dan kakao.

Dalam lokakarya dua hari ini, peserta yang mewakili kepentingan perkebunan teh, petani teh, serikat pekerja dan lembaga swadaya masyarakat serta lembaga formal seperti Dewan Teh Indonesia secara mendalam membahas dan bersepakat bahwa industri teh nasional membutuhkan jauh lebih banyak dari sekedar subsidi dan pasar. Ketua Dewan Teh Indonesia (DTI) yang juga Direktur Utama PTPN VIII Ir. Abdul Halik, MM menyambut baik adanya proses sertiikasi dari UTZ Certified yang bersifat partisipatif, melibatkan stakeholder. Dalam pidato pembukaan, Ir Abdul Halik MM menekankan perlunya merevitalisasi industri teh nasional dengan memperhatikan persoalan-persoalan sustainability. Ia mengakui pentingnya kualitas produksi yang disertai dengan kepekaan pada persoalan lingkungan, perlindungan bagi petani serta memperhatikan persoalan sosial dan kesejahteraan pekerja. Ia juga meminta para stakeholder di industri teh bekerja sama dan mengkaji kemungkinan adanya sertifikasi nasional di sektor teh.

Lokakarya konsultasi ini diselenggarakan bersama oleh the Business Watch Indonesia (BWI), sebuah LSM yang berkecimpung dalam penelitian tentang persoalan sustainability di sektor teh, Solidaridad Kantor Asia Selatan dan Asia Tenggara, yang berkantor di New Delhi, India, yang juga adalah sebuah Yayasan internasional yang aktif mengupayakan kepentingan petani kecil dan terpingirkan dari negara-negara berkembang, dan Dewan Teh Indonesia.

workshop membangun platform nasional di sektor teh Indonesia

Setelah berhasil dengan proses sertifikasi kopi di Amerika Latin, Asia dan Afrika, Solidaridad mendukung UTZ CERTIFIED untuk membantu perkebunan dan petani teh di negara-negara berkembang dalam produksi yang bertanggung jawab secara sosial. Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar ekonomi, sosial dan lingkungan  dalam produksi dan perdagangan komoditas.

Rancangan standard UTZ, yang pada dasarnya mencakup produksi dan pasokan yang berkelanjutan dibahas secara partisipatoris. Bagian-bagian penting adalah praktek pertanian yang baik (Good Agricultural Practices/GAP), persoalan sosial dan lingkungan, keamanan pangan, peningkatan mutu, dan sistem pelacakan (traceability). Karena teh dihasilkan oleh perkebunan besar maupun petani kecil, UTZ CERTIFIED akan melakukan program sertifikasi yang cocok untuk keduanya. Standard untuk petani akan dikembangkan dengan melakukan konsultasi dengan berbagai stakeholder.

Disepakati bahwa setiap stakeholder mempelajari dan mengkritisi rancangan standard UTZ dan BWI, dengan dukungan dari Solidaridad akan memimpin jaringan, lobby dan pelatihan dan program peningkatan kapasitas lainnya.

Selanjutnya, disepakati pembentukan Forum Sertifikasi Teh Indonesia (National Reference Group/NRG) yang beranggotakan perkebunan negara, petani, serikat pekerja dan LSM. Forum Sertifikasi Teh Indonesia adalah badan mandiri yang akan bekerja di bawah arahan dari Dewan Teh Indonesia dalam persoalan-persoalan ekonomi sosial dan lingkungan di industri teh nasional. BWI untuk sementara menjadi sekretariatnya dengan dukungan dari Solidaridad pada proses yang sudah dimulai ini.

Forum Sertifikasi Teh Indonesia juga akan memberikan masukan pada proses sertifikasi UTZ dan akan menjadi badan-badan sejenis di negara-negara penghasil teh lainnya demi industri teh yang berkelanjutan di Indonesia.

ads
ads
ads
Smart
Smart
Download
Maaf, anda harus login terlebih dahulu untuk mendownload Company Profile
Riau Andalan Pulp and Paper
Riau Andalan Pulp and Paper
Download
Maaf, anda harus login terlebih dahulu untuk mendownload Company Profile

More Company Profile...

The Business Watch Indonesia
Read More
Maaf, anda harus login terlebih dahulu untuk membaca advertorial

More Advertorial...