Selasa, 07 September 2010

PENCARIAN







  

GALERI

CSR
CSR

More Photo...

RSS Feeds

Mari kita berjamaah untuk menyebarkan kebajikan

Oleh csrreview-online.com
04 Juli 2008

Tren Corporate Social Responsibility (CSR) semakin hari semakin mendapat respon dari berbagai pihak, sehingga semakin berkembang pula variant dari CSR itu sendiri. Begitu pula dengan apa yang telah disampaikan oleh Deputi Menkokesra bidang Kordinasi Penaggulangan Kemiskinan, Sujana Royat ketika menjadi pembicara dalam acara CSR Indonesia 2007 di Jakarta (24 April 2007). Menurutnya, CSR bukan semata-mata sedekah atau bantuan karitatif, namun lebih merupakan upaya investasi sosial dalam kebijakan dan rencana strategis perusahaan. CSR adalah wujud dari kepedulian dan sensitifitas perusahaan untuk ikut meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan. Selain itu munculnya CSR didorong oleh niat dari dalam perusahaan itu sendiri.

Dilain kesempatan Reporter CSR Review, mendapat kesempatan untuk wawancara dengan beliau, berikut rangkumannya :

Bagaiman Pengertian CSR yang ada sekarang ini ?

CSR itu adalah bentuk gerakan kesadaran dari Bisnis yang menganggap bahwa investasi sosial itu bukan menjadi sebuah pemborosan atau beban, tetapi merupakan bagian dari pengembangan bisnis yang menunjang keberlanjutan dari usahanya itu sendiri.

Kalau yang berkembang di Indonesia seperti apa ?
Di Indonesia sebenarnya sudah banyak yang melakukannya tetapi masih terpisah atau sendiri-sendiri, maka pemerintah memfasilitasi para pengusaha untuk membentuk CEO Forum, sehingga pemerintah bisa memberikan berbagai kemudahan dengan kata lain pemerintah akan memback up atau memberikan dorongan.

Kendala-kendala apa yang sering menghambat CSR di Indonesia ?
Yang pertama, masih banyak juga perusahaan yang menganggap bahwa CSR ini sebagai investasi bisnis, dan yang kedua hambatan dari segi regulasi yang belum merekomendasi upaya-upaya dari CSR itu sendiri.

Bagaimana tanggapan bapak, tentang CSR itu hanya lips service dari perusahaan ?

Ah.. Nggak, memang masih belum semuanya. Tapi di beberapa perusahaan yang sudah sadar baik perusahaan besar atau kecil saya kira itu sudah bukan lips service lagi karena investasinya sudah triliunan, mana mungkin itu lips service.

Kalau menurut bapak CSR itu seharusnya Voluntary atau Mandatory ?
Yang paling bagus sebenarnya timbul dari kesadaran sendiri karena menurut saya itu justru yang paling berkelanjutan. Jangan dipaksa-paksa gitu-lah, pemerintah sudah bukan era-nya lagi maksa-maksa, apalagi pemerintahan kabinet Pak SBY ini sering dikenal dengan ”enabling goverment” yaitu pemerintah yang memberikan peluang, mendorong dan memfasilitasi. Jadi kita dari pemerintah mendorong siapa saja yang punya niat baik. Mari kita berjamaah untuk menyebarkan kebajikan sehingga bebannya jadi ringan dan tidak ada yang dirugikan.

Bentuk dorongan dari pemerintah itu seperti apa ?
Kita mengembangkan partnership, jadi pemerintahan yang dipimpin Pak SBY dengan falsafahnya enabling goverment yaitu adalah kemitraan dengan berbagai pihak.

Saran bapak untuk perkembangan CSR ke depan ?
Pertama. Kita mengembangkan basis data. Yang kedua, CSR ini bisa atau dapat menguatkan dan memberdayakan masyarakat, karena pemerintah punya program yang besar untuk memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat. Jadi kita nanti bersama-sama dengan bisnis bisa mengembangkan CSR di tiap propinsi, kabupaten, dan tiap kota, sehingga bisa lebih operasional lagi.

Wawancara dengan :
Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Dr. Ir. Sujana Royat, DEA

ads
ads
ads
Smart
Smart
Download
Maaf, anda harus login terlebih dahulu untuk mendownload Company Profile
Riau Andalan Pulp and Paper
Riau Andalan Pulp and Paper
Download
Maaf, anda harus login terlebih dahulu untuk mendownload Company Profile

More Company Profile...

The Business Watch Indonesia
Read More
Maaf, anda harus login terlebih dahulu untuk membaca advertorial

More Advertorial...