Sustainable Tourism Indonesia
Latar Belakang:
Industri pariwisata Indonesia memang cukup menjanjikan. Potensi pariwisata yang besar telah memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian baik di tingkat lokal maupun nasional. Hal ini dapat terlihat dari jumlah pendapatan dan adanya kecenderungan peningkatan penerimaan negara dari sektor pariwisata pada beberapa tahun terakhir. Penerimaan negara yang diperoleh melalui sektor pariwisata tahun 2004 misalnya, meningkat 4% atau berkisar Rp 30 triliun dibandingkan tahun 2003 yang mncapai Rp 29 triliun. Kenaikan pendapatan ini berkaitan dengan meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun 2004 yang berjumlah 5,2 juta orang atau bertambah sekitar 19% dari total tahun 2003 (4,4 juta orang).
Peningkatan penerimaan negara dari sektor pariwisata tersebut menggambarkan adanya perkembangan di sektor ini. Namun seiring dengan perkembangannya, dampak negatif juga muncul sebagai suatu kondisi yang tidak bisa dihindarkan. Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata kerap dilakukan dengan menangalkan kelestarian alam, kelestarian sosial-budaya masyarakat, terutama yang terkena dampak secara langsung. Kita ambil contoh, perhotelan. Tahun 2004, jumlah hotel berbintang yang ada di Indonesia mencapai 11.350 unit dengan jumlah terbesar di Propinsi Bali, yaitu 1.558 unit. Kehadiran hotel ini memang mendatangkan keuntungan tersendiri bagi kehidupan sosial di sekitar hotel. Terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, merupakan satu sisi positif yang bisa didatangkannya. Namun seperti dua sisi mata uang, kehadiran hotel juga membawa dampak yang negatif bagi lingkungan seperti peencemaran lingkungan dari limbah yang dihasilkan, baik padat maupun cair, dan juga bergesernya budaya lokal akibat berubahnya gaya hidup yang ditimbulkan sektor hotel.
Visi
Pariwisata yang memiliki kepekaan dan tanggung jawab terhadap ekologi dan budaya dengan upaya menyeimbangkan tiga kepentingan yang setara: lingkungan ekonomi dan sosial.
Misi
- Pelaku bisnis dan stakeholders memiliki komitmen untuk bisa menjaga kelestarian sosial, budaya dan lingkungan sebagai salah satu upaya meningkatkan industri pariwisata.
- Memberdayakan potensi masyarakat lokal dalam pengelolaan di sektor pariwisata, seperti musik dan tarian, sebagai salah satu upaya melestarikan budaya.
Kriteria
- Kriteria ekonomi
Perusahaan melakukan prakik-praktik yang aman, dapat diterima dan memenuhi harapan pelanggan serta mematuhi hukum. - Kriteria sosial budaya
Perusahaan, dalam menjalankan kegiatan usaha, mengupayakan untuk menyumbang pada pengakuan, peningkatan dan rasa hormat pada peninggalan budaya, tradisi, nilai-nilai serta pembangunan social dan budaya bagi pekerja dan masyarakat yang terkait dengan kegiatan usahanya. - Kriteria lingkungan
Kegiatan usaha dari perusahaan memperhatikan berkelanjutan dan meminimalisasi kerusakan lingkungan.


